Cerpen Apocalypse World
Hai brather, postingan pertama ane hari ini adalah cerpen Apocalypse World.......again, ya kalo yang sudah baca part sebelumnya pasti sudah tahu dong ceritanya bagi yang belum bisa lihat (Part1, Part2, Part3, Part4, Part 5 ), sudah dibaca belum? kalo sudah mari lanjutkan part 6 nya, langsung saja di baca.Apocalypse World : War !
Tiga jam setelah pulau Kalimantan diledakkan, Amirul, Tom, Bella, Ica dan Sasaki mendarat di bandara amerika. Mereka disambut tentara-tentara bertopeng hitam mirip ninja, semuanya bersenjata lengkap. Melihat hal itu Tom Cuma bisa garuk-garuk kepala. Mau apa lagi mereka? Pikir Tom.
“jangan keluar dulu” Tom keluar dair pesawat lalu menoleh kebelakang sebentar sambil bIcara “jangan biarkan pilotnya bergerak sediktipun”
Tom keluar dan langsung ditodong para tentara-tentara aneh itu. Tom mengangkat tangannya sambil terus berjalan. Tentara-tentara itu terus menodongkan senjatanya kearah Tom.
“turunkan senjata kalian!” perintah seseorang bertubuh gemuk yang wajahnya ditutupi topeng putih bersih dalam bahasa inggris.
Jadi kau
Dajjalnya batin Tom melihat orang itu.“bisa kau hentikan semua kekacauan ini?” tanya Tom dalam bahasa inggris.
“mana bisa, bagaimana jika kau bergabung denganku saja?”
“aku tak mau diperintah manusia bodoh yang berpikir dirinya tuhan, padahal hanya diperbudak raja iblis dan setan saja”
“kau tak tahu apa-apa nak, orang sepertimu akan lebih berguna jika bergabung denganku”
“kalau kupotong lehermu apa kau bisa berhenti mengajakku bergabung?”
“tidak juga, aku akan berhenti mengajakmu, kalau begitu kau nyatakan ini perang?”
“kalau kau nyatakan ini perang, jelas sekali aku hanya akan mati konyol”
“kalau begitu aku tak akan gunakan teknologi canggihku, aku hanya akan gunakan bawahanku dan sedikit kecerdasan otakku ini”
“kau ingin berperang dengan seorang bocah berumur 18 tahun?”
“memangnya kenapa? Bocah 18 tahun yang kuajak berperang adalah seorang yang gila membunuh. Bukankah begitu”
“kalau aku bilang tidak pastinya bohong, tapi..-“
“kau takut?”
“tentu saja, tak perlu kau pancing aku agar berlagak tak takut melawanmu”
“kalau begitu lawanlah mereka yang mengarahkan senjatanya kepadamu” orang bertubuh gemuk itu lalu hilang begitu saja.
Dasar, dikiranya aku sehebat apa bisa mengalahkan tentara khusus ini batin Tom kesal tanpa menurunkan tangannya. Ia tak punya pilihan lain selain melawan. Ia duduk di aspal dengan tangan ditengkuknya. Dan dengan sekali gerak leher tentara yang ada di depannya koyak disayatnya. Tentara lain langsung menembak, ia dengan lincahnya berlindung dibalik tentara yang baru saja ia bunuh dan menggunakana senjata api milik tentara itu untuk membunuh tentara lainnya.
“reflek kalian kurang” gumam Tom setelah selesai membunuh semuanya. Ia lalu kembali ke pesawat.
Saat berada dipesawat, Tom mendapati Amirul dan Bella sedang mengikat adiknya dan Sasaki. Ia menghela napas lesu. Dilihatnya di kakinya pilot dan co-pilotnya sedang pingsan dengan luka lebam di pipi dan di pelipis.
“ini yang kalian rencanakan?” tanya Tom duduk di kursi penumpang.
“kakak, mereka kenapa?” tanya Ica heran dirinya diikat.
“mereka lagi main-main”
“hey lepaskan aku!” teriak Sasaki
“sudahlah Sasaki, mereka berdua tak akan membunuhmu, mari kita dengar apa yang keduanya inginkan. Nah bIcaralah wahai sepasang kekasih”
Keduanya saling pandang tapi tak berapa lama kemudian Bella membuka mulut.
“siapa kau sebenarnya?”
“bukankah kau tahu sendiri?”
“apa yang kau lakukan selama diculik oleh pembunuh gila itu?”
Tom berdiri dan menghampiri adiknya. Bug! Ia memukul tengkuk adiknya supaya pingsan.
“aku tak ingin dia mendengarnya” Tom kembali lagi ke tempat duduknya “kalian ingin sekali tahu apa yang kulakukan selama diculik?”
“kalau Cuma ingin bertanya hal ini kenapa aku disandera?” tanya Sasaki kesal
“kami sudah tahu kalau kau itu mata-mata. Aku sempat melihatmu saat aku sedang diculik untuk dijadikan sesembahan iblis” ucap Amirul
“woo… ada apa ini?” Tom melihat Sasaki yang sekarang menunduk “kurasa ada benarnya juga, kau bawahannya pria tua itu? atau kau bekerja langsung dibawah perintah pria gemuk itu?”
Sasaki Cuma diam saja.
“apa yang kau bIcarakan?” tanya Bella
“tak ada, hanya obrolan ringan, hey Sasaki” Tom menghampiri Sasaki “tahu darimana kau kalau aku berada di gedung itu dan kau menolongku tepat waktu? Dan kurasa kau juga berkomplot dengan pak Catur. Bukankah aneh ada seorang perempuan cantik yang dengan rela menolong seorang anak SMA yang punya penampilan amburadul sepertiku?” crocos Tom.
“kalau iya memangnya kenapa!?” Sasaki mengangkat kepalanya “kau ingin membunuhku? Kau ingin melemparku ke mayat-mayat hidup itu!”
“tenang, aku bukannya ingin jadi musuhmu, kau tahu, yang berpihak padaku hanya adikku ini. sepasang kekasih yang mengikatmu ini jadi musuh. Bagaimana kalau kau keluar dari sini dan kembali ke tuanmu. Teralu dekat dengan musuh membuatku mual” Tom lalu melepas ikatan Sasaki, Amirul yang hendak menahan langsung dipukul sampai pingsan oleh Tom.
“apa-apaan kau!” Bella tak terima melihat Amirul dipukul
“dua atau tiga jam lagi dia akan bangun” balas Tom sambil mencoba mendirikan Sasaki.” Nah pintunya sudah terbuka, pakai ini jika ada apa-apa” Tom memberikan Sasaki pisau kecilnya. “tapi kalau kita bertemu lagi akan ku keluarkan isi perutmu”
Sasaki dengan wajah marahnya keluar dari pesawat. Tom mengantarnya sampai didepan pintu pesawat. Setelah itu hanya tersisa dia dan Bella saja.
“sudah tak ada yang mengganggu, cepat cerita” desak Bella yang sekarang nekat mengarahkan pistol ke kepala Ica.
“baiklah, ceritanya cukup panjang, jadi kenapa kau tak bertanya lebih mudah?”
“kenapa kau bisa setenang itu membunuh zombie-zombie dan orang lain?”
“jika kau tanya kenapa itu karena saat aku diculik aku dilatih cara membunuh, latihan fisik, dan segala jenis latihan otak. Setelah setahun dilatih sampai aku berharap dibunuh saja, aku malah dibawa kesebuah pulau terpencil di indonesia. Penculik itu mengatakan bunuh siapapun yang kau temui, dan jika kau tak membunuh orang yang kutemui sebuah kalung yang ada dileherku akan meledak, jadi setiap aku melihat orang langsung kubunuh, tak perduli itu anak-anak atau ibu hamil, semuanya kubunuh sampai tak terasa selama tiga hari berturut-turut tanpa makan dan minum aku sudah membunuh semua penghuni pulau itu yang juga diculik secara acak dan dikirim kepulau itu.”
Bella tak percaya apa yang baru saja ia dengar. Tapi sedetik kemudian ia tertawa nyaring.
“kau ingin membodohiku? Bukankah itu cerita dalam film?”
“penculik itu bilang ia dan teman-temannya ingin merasakan menonton film-film seperti itu secara nyata. Jadi mereka membeli pulau itu dan menculik orang-orang secara acak dan disuruh saling membunuh”
Bella terdiam. Ia mulai serius.
“bagaimana kau bisa kabur darinya dan ia tertangkap polisi?”
“teman-temanya yang merasa kalah terus menerus dalam permainan itu membocorkan tempat tinggal penculik itu dan suatu malam segerombolan polisi meneyergap dan menangkap penculik itu. dan aku pun bebas”
“kalah terus? Kau bermain permainan itu berapa kali?”
“sekitar belasan kali aku kepulau itu. aku bahkan memakan daging manusia saat permainan itu berlangsung karena selama dua bulan aku tak juga dibawa pulang, yang ada hanya orang-orang baru tiap hari”
Bella menutup mulutnya, ia ingin muntah.
“kau makan daging manusia?”
“memangnya apalagi yang bisa kumakan? Tak ada tanaman atau hewan yang bisa di buru di pulau itu. yang ada hanya manusia.” Tom berdiri “bisa kita hentikan semua ini, dan boleh aku pinta lagi adikku. Atau kau ingin kucincang sampai halus”
“coba saja kau sentuh aku, akan kutembak kau”
“tembak kalau kau mau” Tom mengangkat adiknya yang pingsan. Bella menarik pelatuk postolnya tapi tak terjadi apa-apa. “kau bodoh atau apa? Kau bahkan belum melepas pengamannya” Tom lalu keluar dari pesawat dengan membopong adiknya.
“mau kemana kau?”
“cari tempat aman, kan sudah kubilang aku mual dekat dengan musuh” Tom lalu berjalan terus meninggalkan area bandara, beberapa zombie yang mengejarnya dengan pelan tak dihiraukannya, ia tendang beberapa zombie yang mendekat tapi ia terus berjalan.
Malamnya Tom dan adiknya tidur di sebuah mini market. Ica yang baru bangun beberapa jam yang lalu ikut tidur bersama kakaknya.
Saat nyenyak tidur seorang pria berpakaian serba hitam ketat masuk ke dalam mini market. Tom sontak terbangun karena jebakan yang ia pasang berbunyi nyaring. Siapa lagi dia? Batin Tom melihat pria tersebut sedang kewalahan melepas tali-tali diseluruh tubuhnya.
“apa maumu?” tanya Tom
Pria itu masih sibuk memotong-motong tali yang melilit di tubuhnya. Setelah selesai ia langsung menyerang Tom dengan brutal. Tom dengan mudahnya mengelak setiap serangan pria itu.
“bilang saja apa maumu” Tom mulai kesal dengan pria ini, ia lalu menyayat beberapa bagian tubuh pria tersebut saat ia sedang mengelak. Dan setelah beberapa sayatan, pria tersebut tak bisa bergerak lagi. “apa maumu?”
Pria tersebut masih saja tak mau bIcara. Tom menghela napas lesu melihat pria ini membisu saja. “kalau begitu mati saja” Tom lalu menusuk-nusuk perut pria tersebut berkali-kali sampai pria itu tak bergerak lagi.
Jadi Dajjal keparat itu sudah mulai perang, jika semua bawahannya seperti ini aku tak perlu takut pikir Tom membersihkan darah-darah dari sekujur tubuhnya dan lanjut tidur lagi bersama adiknya.
Bagaimana bagus tidak?, menghibur tidak? nantikana lagi ya part berikutnya.
Sekian dari saya.
Wassalamulaikum Wr Wb





