Apocalypse World Part 5
Assalamualaikum Wr Wb
Hai kawan, bagaimana keadaannya? sudah makan atau belum? Kalo sudah mari kita baca cerpen lagi, bagaimana setuju kan? pasti sudah pada kangen aksi Tom di dunia yang di penuhi oleh zombie yang BERGAIRAH memakan manusia. Oke langsung saja.
Apocalypse World : A God Day to Die
Siang harinya semuanya masuk ke dalam helikopter, Amirul bersama pak Catur duduk berdua didekat jendela. Keduanya takut dengan Tom karena kejadian kemarin malam. Tapi Tom tak merasa kalau semua orang yang ada didekatnya takut dengannya, kecual adiknya sendiri. Ica tak merasa takut sama sekali, ia malah sedang sibuk bermain hompimpa bersama kakaknya itu.
“apa sudah semuanya?” tanya Sasaki.
“sudah!” balas semuanya serentak.
Semenit kemudian helikopter mulai terbang dan menuju pangkalan militer angkatan laut. Selama perjalanan Ica dan Tom saja yang paling ceria, selebihnya diam saja. Belum lagi tadi sebelum mereka semua pergi, sekitar puluhan zombie yang berdatangan menyerang mereka dihabisinya sendirian.
Selama dalam perjalanan semuanya jadi sibuk sendiri dengan pikirannya masing-masing. Ia pasti psikopat seperti difilm-film batin Amirul sambil melirik Tom yang sedang tertawa senang. Ia orang gila batin pak Catur. Aku harus jaga jarak dengan orang ini batin Bella melihat Tom. Mungkin Tom orang gila, tapi dia cukup baik untuk seukuran orang gila pikir Sasaki.
Saat sampai beberapa tentara langsung menghampiri. Tentara-tentara itu membawa semacam alat detektor metal, tapi ini agak lain. Saat semuanya turun dari helikopter satu-satu di periksa dengan alat itu. semuanya aman kecuali Tom.
“kenapa?” tanya Tom kaget mendengar deketektor itu berbunyi nyaring.
“tembak dia” perintah seorang jenderal yang tiba-tiba datang menggunakan jeep.
“siap pak!”
“eh? Tunggu dulu! Aku bersih kok, ya kan?” Tom melihat ke semuanya tapi mereka cuma terdiam.
“kakak bersih kok, kenapa mau ditembak” Ica menghalangi tentara yang hendak menembak kakaknya itu.
“Ica?” Tom membalikkan tubuh mungil adiknya menghadap dirinya “jaga diri baik-baik, kakak harus pergi. Minggu depan kakak jemput”
“tapi, kakak mau kemana?”
“kabur, lagi pula siapa yang mau dibunuh tentara dadakan seperti mereka semua ini. lihat itu, cara memegang senapannya saja salah” Tom menunjuk tentara yang sedang menodongkan senapannya.
“kakak jangan tinggalin Ica”
“seminggu kok” Tom lalu melihat kesemuanya “tolong jaga adikku, seminggu lagi aku jemput kalian semua” Tom lalu dengan cepat melempar pisau kecilnya ke tentara yang menodongnya itu dan dengan cepat masuk lagi ke dalam helikopter.
Ia kemudian menerbangkan helikopter. Beberapa tentara di bawah menembakinya dengan brutal. Bajingan mereka! Umpat Tom dalam hati mencoba menyeimbangkan terbanga helikopter. Ia lalu mengarahkan helikopter ke luar area pangkalan tapi tetap saja ia ditembaki dan akhirnya helikopter yang dipakainya berputar-putar dan jatuh di tepi jalan dekat dengan pangkalan militer.
***
Beberapa tentara menghampiri helikopter yang sudah terbakar didepan pangkalan militer angkatan laut. Mereka memadamkan apinya dan menemukan sebuah jasad terbakar. Mereka lalu membawa keluar jasad itu. seorang jenderal yang memeirntahkan Tom ditembak tadi turun dari jeepnya dan melihat jasad yang terbakar itu.
“hm… jadi dia mati terbakar” gumam jenderal itu lalu menyuruh semua anak buahnya masuk lagi ke pangkalan militer.
Saat tentara masuk , Ica dengan tergopoh-gopoh ditemani Sasaki bertanya tentang kakaknya. Seorang tentara yang kebetulan ditarik Sasaki langsung saja memberitahu apa yang sebenarnya terjadi bahwa Tom hangus terbakar.
Mendengar hal itu Ica dengan lemasnya berbalik dan berjalan menuju tenda-tenda para pengungsi. Sasaki cepat-cepat mengejar Ica. Ia sebenarnya ingin menghibur Ica tapi ia tak harus bagaimana. jadi ia Cuma bisa menemani Ica seharian ini.
“minggu depan itu tak lama, Ica tunggu kakak sampai minggu depan” gumam Ica menahan tangisnya.
Sasaki memeluk Ica sambil mengelus-ngelus kepala Ica.”iya minggu depan” ucap Sasaki.
“yang boleh usap-usap kepala Ica Cuma kakak, kalau orang lain ga boleh. Tapi karena kakak lagi gak ada, kamu Ica bolehin” crocos Ica, Sasaki Cuma bisa tersenyum kecut mendengarnya.
Malamnya Sasaki duduk di belakang tenda para pengungsi sambil meneguk kopi hangat yang baru saja dibagikan. Ia kebagian jaga malam untuk hari ini jadi ia diberi kopi biar kuat begadang. Saat ia sibuk dengan pikirannya sendiri Amirul datang, ia tak kebagian jaga malam tapi ia tak bisa tidur.
“orang meresahkan sepertinya juga bisa mati ternyata” ujar Amirul
“siapa?”
“siapa lagi kalau Tom, ia sudah seperti orang-orang didalam film saja. Gerakannya seperti setan”
“hm… tapi Ica sangat terpukul. Ia masih percaya kalau Tom akan datang minggu depan”
“kalau itu tak mungkin, karena besok kita akan diungsikan ke tengah lautan sampai kondisi di kota membaik”
“begitu yah” Sasaki menunduk
“mau jalan-jalan?” ajak Amirul
“boleh”
***
Tom berbaring di atap gedung tempat helikopter milik pak Catur parkir. Tubuhnya penuh darah, ia tak tahu harus bagaimana lagi, saat ia menuju ke tempat ini tangannya digigit sampai hampir putus. Ia baru saja menghentikan pendarahannya dengan membakar tangannya menggunakan bensin yang ditemuinya di dalam helikopter.
Apa aku harus mati sekarang? Tanya Tom pada dirinya sendiri. Ia melihat langit berawan tebal dan diikuti dengan angin yang kencang. Ia tersenyum lalu berdiri dan berjalan masuk ke dalam helikopter karena rintik hujan mulai turun.
“apa kabar?”
“tak baik” Tom menoleh kesampingnya, pria tua tempo hari itu sedang duduk disebelah Tom dengan senyum lebar.
“mau bertukar sesuatu?”
“apa yang kau mau?”
“kau dendam dengan para tentara tadi?”
“lalu apa pedulimu?”
“kusiapkan sebuah bom nuklir, daya ledaknya bisa menghancurkan seluruh pulau Kalimantan dan sekitarnya”
“jadi kau ingin meledakkan bom nuklir itu?”
“bingo! Dan sebagai gantinya aku kembalikan tanganmu seperti semula dan kebal dari virus” pria tua itu lalu menepuk dahi Tom.
“apa yang kau lakukan”
“jangan banyak bertanya, apa yang kau perlukan sudah kusiapkan diluar. Akan ada pesawat jet menjemputmu di bandara saat kau selesai memasang bom tersebut”
“kalau aku tak mau?”
“kalau kau tak mau, kupotong leher adikmu”
“kalau kupotong lehermu bagaimana?”
“coba saja” Tom lalu menyergapa pria tua itu dan mencolok mata pria tua itu kemudian mencongkel keluar matanya.
“bagaimana? bisa bIcara?”
“tentu saja” pria tua itu merespon dan matanya kembali lagi ke tempatnya. Tom Cuma bisa geleng kepala saja.
“aku bukan orang yang harus membunuhmu, dan ini bukan hari akhir”
“tentu saja jika kau bisa menyelesaikan tugas-tugas yang kuberikan, dunia akan kukembalikan semula dengan sedikit perubahan di kenegaraannya”
“kalau aku berdoa pada tuhan untuk menurunkan orang itu untuk membunuhmu bagaimana?”
“tak ada tuhan, berhenti berpikir bodoh. Kau kira tuhan yang kau anggap kekal dan maha segala-galanya itu ada begitu saja? Kau kira ia tak dilahirkan? Semuanya tercipta dan dilahirkan tak terkecuali tuhan. apa yang kalian anggap tuhan selama ini tak ada, kitab-kita yang kalian pegang sebagai pedoman hidup itu hanya karanganku. Saat kau mati kau hanya akan berada di tempat gelap atau tempat terang tergantung bagaimana kau melihat hidup ini, lebih banyak berpikir positif atau negatif” jelas pria tua itu panjang lebar.
Tom tertawa kecil “simpan ucapanmu, kau bukanlah Dajjal yang sebenarnya. Setelah semua ini selesai akan kupatahkan semua tulang-tulangmu, lalu kukuliti dirimu sampai kau mati”
Pria tua itu terkejut, tubuhnya mulai keluar keringat dingin “coba saja kalau bisa”
“apa dengan menunjukkan trik kotor seperti tadi membuatku percaya kalau kau tak bisa mati?” tanya Tom “saat kulihat matamu kembali lagi, dan kutanya apa aku bisa berdoa pada tuhan supaya orang yang bisa membunuhmu turun kau malah bIcara omong kosong yang sangat panjang. Dajjal yang sesungguhnya tak akan bIcara sepanjang itu. lagi pula mana ada Dajjal meminta manusia sepertiku untuk mengebom satu pulau besar sendirian, jika kau memang Dajjal maka kau akan dengan mudah mengebom pulau ini. Tapi aku akan mengebom pulau membosankan ini. besok pulau ini akan rata dengan laut, jemput aku dibandara pukul sembilan pagi. Jika tak ada akan kucari kau sampai kemana-pun kau pergi” crocos Tom menahan emosinya telah dibohongi selama ini.
Pria tua itu gemetar. Ia lalu cepat-cepat menghilang. Tom Cuma tersenyum lebar. Tak kusangka omong kosongku benar batin Tom melihat ke luar. Hujan mulai turun dengan derasnya membuat Tom ingin cepat-cepat tidur dilihatnya tangannya yang hampir putus dan sudah tak berbentuk lagi sekarang sudah kembali seperti semula.
Esoknya saat Tom turun dari gedung besar itu, sebuah mobil lapis baja yang cukup besar sudah menunggunya.ia lihat isi mobil itu, dengan senyum lebar ia lalu duduk ke kursi pengemudi dan menuju ke pangkalan militer angkatan laut. Maaf ca, kakak jempat kamu lebih awal batin Tom menginjak pedal gas. Mobil yang dikendarainya menabrak semua yang ada didepannya tak peduli itu rongsokan mobil atau zombie bodoh yang sibuk memakan manusia.
Sesampainya ia menerobos masuk, ia menembak pos pengawas dari dalam mobil menggunakan roket. Setelah itu ia menembak dengan brutal para tentara yang berlarian kesana-kemari. Setelah itu Tom menekan tombol merah dan keluarlah sebuah kotak besar dari belakang mobil. Kotak itu ternyata bom yang dimaksud, bom itu di set dua jam,jadi Tom punya waktu untuk mencari adiknya.
Ia lalu keluar dengan bersenjata pistol dan pisau belati. Ia berlari ke arah tenda para pengungsi sambil memanggil-manggil adiknya. Tapi ia malah ketemu Bella yang kakinya tersangkut tali. Tom cepat-cepat membantunya melepas tali itu.
“ikut aku kalau kau tak ingin jadi abu” Bella tak menjawab, ia langsung ikut Tom mencari adiknya. Tom berputar-putar diantara orang-orang yang panik dan tentara-tentara yang sibuk mencarinya. Itu dia batin Tom melihat adiknya dibawa Sasaki dan Amirul. Dengan cepat ia berlari menghampiri ketiganya.
“ayo ikut aku!” pekik Tom, ketiganya mengangguk mengikuti Tom.
Saat mereka berlima sampai didepan mobil yang Tom bawa. Para tentara yang tersisa mencegat mereka. Tom dengan tenangnya menjatuhkan semua senjatanya lalu bersiul-siul. Dan mobil yang dibawa Tom tadi menembak para tentara yang mengepung mereka berlima.
“naik cepat, waktunya hanya dua jam!”
“waktu apa?” tanya Amirul
“jangan banyak tanya cepat masuk kebelakang. Ica kau ikut kakak” Tom menarik Ica duduk didepan sedangkan yang lainnya ia suruh duduk di belakang.
“tapi pak Catur belum ada”
“dia pengkhianat, jangan percaya dia!” ucap Tom lalu pergi dari tempat itu dengan kecepatan penuh.
Saat sampai di bandara sebuah pesawat jet menunggu, Tom menyuruh semuanya naik duluan. Ica yang tadinya merengek ingin dekat dengan kakaknya langsung Tom bentak sampai hendak menangis. Setelah semuanya naik kecuali Tom, Tom menghampiri pria tua yang sekarang duduk di samping kiri pesawat.
“ingat apa yang kukatakan kemarin. Dan satu lagi, katakan pada Dajjal yang sebenarnya, hari ini sangat bagus untuk para pengikutnya mati” Tom lalu menusuk leher pria tua itu dan merobeknya. “aku tahu kalau kau tak akan mati semuda ini, jadi aku akan keluarkan isi perutmu” Tom dengan leluasanya merobek perut pria tua itu dan mengeluarkan usus-usus pria tua itu, lalu ia cabut jantung pria tua itu dan melemparnya ke aspal kemudian diinjaknya sampai hancur. “mata ini harusnya sudah tak disini lagi” Tom mencongkel kedua mata pria tua itu lalu memasukkannya ke dalam mulut pria tua itu. “hoy kau iblis yang ada didalam, keluarlah, tubuh ini tak bisa kau tinggali lagi” ucap Tom lagi ke arah perut pria tua itu yang sudah tak berbentuk lagi karena sudah di acak-acak Tom.
Puas mengacak-ngacak pria tua itu tanpa perlawanan, Tom masuk ke dalam pesawat dengan darah disekujur tubuhnya. Dengan lemasnya ia tiduran di lantai pesawat dan dilihat oleh Amirul, Bella, Sasaki dan adiknya sendiri dengan tatapan heran. Mereka semua tak melihat apa yang Tom lakukan karena jendela pesawatnya tak dibuka.
“hari cerah untuk merobek manusia dan mengeluarkan isi perutnya” ujar Tom lalu tersenyum senang.
Semuanya saling pandang ngeri. Mereka lalu menjauh kecuali Ica dan Sasaki. Keduanya menghampiri Tom yang masih saja bIcara aneh.
“kakak kenapa?” tanya Ica khawatir.
“kakak mau dunia yang dulu”
“ada apa denganmu?” tanya Sasaki menutup hidungnya karena bau amis dari darah yang menempel di tubuh Tom cukup menyengat.
“aku kesal kenapa orang bodoh sepertinya datang padaku”
“siapa?”
“bukan siapa-siapa” Tom bangkit lalu berjalan menuju toilet ia sempat melirik Amirul dan Bella yang sedang bisik-bisik “merencanakan sesuatu?”
Amirul dan Bella terkejut, tapi Tom tak hirau ia terus berjalan dan masuk ke dalam toilet.
Gimana bagus gak, nantikan ya aksi Tom di Apcalypse World selanjutnya.
Sekian dari saya
Wassalamualaikum Wr Wb





