Cerpen Apocalypse World Part 2

by Unknown , at 19.17 , have 0 komentar

Apocalypse World Part 2



Assalamualaikum Wr Wb

Hai sobat, kali ini ane mau membagikan cerpen, Cerpen ini adalah kelanjutan dari cerpen Apocalypse World sebelumnya, Pasti kalian sudah menunggu- nunggu kan (kalo nggak juga gak papa kok). Oke langsung saja ya sayang, (Maaf maksudnya kawan).

 Apocalypse World: The Survivor


Hari mulai gelap, lampu jalan mulai hidup secara otomatis. Tom dan Ica mulai berjalan menuju sebuah toko swalayan untuk berlindung, karena tak memungkinkan untuk bergerak saat malam. Saat sampai didepan toko tersebut Tom meminta adiknya untuk menunggu diluar sebentar.
“kalau ada zombie yang datang panggil kakak” ucap Tom lalu masuk kedalam untuk memeriksa keadaan.
Ia memeriksa seluruh tempat di toko tersebut dengan teliti dan memang benar-benar tak ada zombie, ia lalu menyuruh adiknya masuk, tapi begitu adiknya masuk, ia tak masuk sendirian. Ia bersama dua preman yang sedang menyandera adiknya.
“kalian mau apa?” tanya Tom kesal melihat adiknya diseret.
“ini tempat kami, kalian berdua keluar cari tempat lain!” suruh preman yang sedang membekap Ica.
“tapi kami duluan disini, kenapa kita berbagi saja” Tom mencoba berunding melihat adiknya dalam kondisi yang makin buruk.
“kau pikir makanan disini akan cukup untuk berempat dalam waktu yang lama?” tanya preman satunya yang sekarang mengeluarkan sebuah golok yang berlumuran darah
dari tas panjang yang dibawanya.
“kita bisa bekerja sama mencari makanan ditempat lain” balas Tom
“tak akan, kau pikir kami akan bekerja sama dengan bocah tengik sepertimu?, hah! Jangan mimpi!” teriak preman yang sedang membekap Ica.
Sial! Kenapa mereka sebegitunya ingin diam ditempat ini? bukankah banyak toko lainnya, dasar preman tak tau diri, mereka pasti sudah mengintai tempat ini pikir Tom mulai mengeluarkan pisau kecilnya dari saku celananya.
“kalau begitu lepaskan adikku” pinta Tom
“dunia sudah seperti ini, kau kira pria besar seperti kami tak butuh hiburan?” balas preman yang sedang memegang  golok tadi.
“kalian pikir bisa seenaknya dengan adikku?” ucap Tom dan langsung melemparkan pisau kecilnya ke leher preman yang sedang membekap adiknya dan langsung berlari menarik adikknya.
“beraninya kau!” preman yang memegang golok itu kalap mengejar Tom dan Ica.
Tom mendorong adiknya ke belakang lalu mengalihkan perhatian preman itu agar tak mengejar adiknya. Preman bodoh itu terus mengayunkan goloknya ke arah Tom, Tom terus mengelak sampai ia terpojok di sudut ruangan. Tapi ia tak habis akal, saat dilihatnya di kirinya tergeletak obeng, ia dengan cepat berdiri dan menusuk perut preman itu dengan obeng berkali-kali sampai preman tersebut tak bergerak lagi.
Setelah membunuh kedua preman tadi, ia menghampiri adiknya yang duduk ketakutan di dekat rak-rak yang penuh makanan ringan. Ia pegang tangan adiknya supaya cepat tenang. Tapi tiba-tiba pintu depan terbuka lebar dan tampak seorang perempuan bersama laki-laki berlumuran darah memegang potongan besi, keduanya seumuran dengan Tom.
Tom berdiri sedangkan Ica langsung bersembunyi dibalik tubuh kakaknya. Perempuan dan laki-laki itu menghampiri Tom sambil terseok-seok. Tampaknya mereka habis dikejar-kejar zombie. Yang perempuan langsung pingsan begitu jalan dua langkah sedangkan laki-laki duduk di dekat rak dan tak bergerak lagi. Tampaknya yang laki-laki sudah tidur.
***
Esoknya perempuan dan laki-laki itu memperkenalkan dirinya, yang perempuan bernama Bella dan yang laki-laki bernama Amirul. Untung saja kedua orang ini baik, Ica bahkan cepat akrab dengan keduanya. Tom melihat hal tersebut senang-senang saja, tapi tiba-tiba Bella menariknya ke toilet.
“hoy, ada apa?” tanya Tom tak terima dirinya diseret ke toilet.
“bukankah kau penulis gila itu?” tanya Bella
“penulis apa?”
“kau kan penulis yang ditangkap seorang pembunuh gila selama tiga tahun dan akhirnya bebas setelah kau bunuh dia?”
“apa yang kau bIcarakan?”
“jangan mengelak, aku baca artikelmu. Setelah kejadian itu kau menerbitkan buku tentang 1000 cara menyiksa manusia paling sadis yang pernah ada. Sampai-sampai bukumu tak boleh beredar di seluruh dunia”
“hoy..hoy.. kenapa kau ini? apa kau terlalu banyak makan roti selai kacang?”
“jangan berlagak bodoh denganku, dua orang yang mati itu kau yang membunuhnya kan?”
Tom sudah tak bisa mengelak lagi, ia bahkan tak mengerti apa mau perempuan yang ada didepanya ini.
“baiklah aku mengaku, kalau begitu kenapa. Lagi pula kau bilang ayahmu yang jadi editorku. Kenapa kau masih saja bertanya”
“ayahku tak pernah menunjukkan fotomu, aku hanya ingin bertanya satu hal”
“eh?”
“dua hari yang lalu ayahku meninggal dengan leher robek dan matanya keluar. Apa kau yang melakukannya?”
“dasar, baru ketemu sudah menuduh. Jangan kira kalau aku tinggal bersama seorang psikopat aku akan jadi psikopat dan membunuh tanpa alasan jelas. Aku saja baru tahu darimu. Sudahlah, aku harus pergi dari sini” Tom keluar dari toilet dengan hati dongkol karena dituduh membunuh editornya sendiri.
Begitu Tom keluar dari toilet ia mendengar suara derap langkah  makin mendekat. Cepat-cepat ia mengambil golok dari mayat preman kemarin. Setelah itu ia meminta Ica untuk sembunyi.
“ada apa ini?” tanya Amirul tak tahu apa-apa
“mereka datang” balas Tom siap-siap
Benar saja, tiba-tiba datang segerombolan zombie yang langsung menerjang jendela toko dan mulai menyerang Tom dan Amirul, dibelakang Bella dan Ica sibuk mencari tempat persembunyian sambil berharap Tom dan Amirul bisa mengatasi semua zombie yang datang.
Begitu beberapa zombie yang menerjang jendela itu sedang terseok-seok hendak berlari lagi, Tom dengan cepatnya menebas leher mereka, setelah itu ia membuka pintu supaya zombie yang lainnya masuk. Amirul benar-benar tak bergerak dari tempatnya karena dari tadi Tom terus yang membunuh zombie yang datang.
Mayat-mayat zombie sudah banyak bertumpuk di depan toko, tapi tampaknya zombie-zombie masih berdatangan. Tom sudah kehabisan tenaga, sedangkan Amirul wajahnya pucat karena melihat banyak kepala menggelinding didepannya dan darah yang berceceran kemana-mana. Tangannya gemetar dan lututnya serasa ingin lepas saking takutnya.
Setelah beberapa saat kemudian Tom melepas golok dari tangannya, setelah itu ia berjalan melangkahi mayat-mayat zombie yang dibunuhnya, wajahnya pucat pasi setelah membunuh banyak zombie yang berdatangan.
“ada dua lagi yang akan datang, kau urus mereka” ucap Tom  lalu pingsan disamping kaki Amirul.
Beberapa menit berselang setelah Tom pingsan, dua zombie datang, keduanya langsung bernafsu melihat Amirul yang sedang berdiri ketakutan, ia masih trauma dikejar-kejar zombie kemarin malam. Tapi melihat Tom sudah tak bisa bergerak lagi, Amirul tak punya pilihan selain membunuh dua zombie itu. ia tarik napas dalam-dalam dan mulai ambil ancang-ancang karena dua zombie itu sedang berlari menuju Amirul. Amirul langsung memukul kepala zombie yang paling dekat dengannya kemudian berlari kesamping lalu memukul kepala zombie yang satunya lagi. kedua zombie tersebut masih bergerak untuk beberapa saat, tapi tak lama kemudian keduanya benar-benar mati. Amirul lega melihat tak ada zombie lagi yang berdatangan, karena ia sangat takut sudah membunuh dua zombie tadi, ia serasa jadi pembunuh. Dengan lemas ia duduk sambil menyandarkan tubuhnya ke tembok, dilihatnya mayat-mayat zombie tanpa kepala didepannya yang berserakan.
Siapa orang ini, ia memenggal kepala mereka tanpa rasa takut batin Amirul melihat Tom yang belum juga sadar dari pingsannya. Ia lalu berjalan ke mesin pendingin dan mengambil minuman. Setelah itu ia ke bagian belakang untuk mengecek Bella dan Ica apa mereka baik-baik saja. Untung saja saat ditemukan ditoilet, keduanya sedang asyik main monopoli.
“kakakku kemana?” tanya Ica
“dia pingsan didekat pintu”
“bodoh!” Bella langsung berlari keluar dari toilet
Saat Bella tepat berdiri didekat Tom, didepannya berdiri tentara yang sedang berkumpul tepat didepan toko, tanpa bIcara sedikitpun para tentara itu langsung meringkus Bella dan menggeledah semua tempat termasuk toilet tempat Ica dan Amirul berada. Keduanya dibawa paksa oleh tentara-tentara. Sedangkan Tom dibiarkan begitu saja.
Beberapa jam kemudian Tom terbangun dengan kepala kesakitan.  Ia lalu pergi ke rak-rak bagian makanan ringan dan ke mesin pendingin untuk mengambil minuman, setelah itu ia duduk di dekat pintu toilet sambil makan. ia tak sadar kalau Amirul, Bella dan adikknya diculik. Ia pikir ketiganya masih berada di toilet. Jadi setelah ia selesai makan ia membuka pintu toilet, tapi tak ada siapapun, ia mencari keseluruh penjuru toko, tapi tak ketemu.


Sekian dari saya,Semoga terhibur

Wassalamualaikum Wr Wb
Cerpen Apocalypse World Part 2
Cerpen Apocalypse World Part 2 - written by Unknown , published at 19.17, categorized as CERPEN . And have 0 komentar
No comment Add a comment
Cancel Reply
GetID
Copyright ©2013 Opang Blog by
Theme designed by Damzaky - Published by Proyek-Template
Powered by Blogger