Apocalypse World Part 1
Assalamualaikum Wr Wb
Hai sobat, malem- malem gini belum ngantuk+ nggak ada yang nemenin jadi ane memutuskan untuk membuat postingan. Postingan ane kali cukup berbeda yaitu sebuah cerpen, tapi tenang saja cerpen ini nggak mainstream kok, dan cocok banget buat yang imajinasinya tinggi kayak ane. Jadi langsung saja lah males nulisnya.
APOCALYPSE WORLD: THE BEGINING
Liburan akhir smester akhirnya datang juga, Tom dan adiknya yang bernama Ica menghela napas lega, karena sudah tak dipusingkan dengan pelajaran dan ulangan yang bertele-tele. Keduanya tinggal disebuah apartemen besar, apartemen itu dibeli Tom setelah rumah mereka terbakar beserta kedua orang tua mereka. Untung saja tabungan kedua orang tuanya banyak, jadi ia membeli sebuah apartemen dan menjual tanah dari rumah lama mereka.
Hari ini mereka sedang berjalan-jalan di taman di belakang apartemen. Ica tak berhenti mengoceh tentang teman-temannya di sekolah disepanjang jalan. Tom hanya mengangguk dan berkata “iya”. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat seorang pria tua sedang duduk di tepi kolam sambil menyedot
air kolam dengan sedotan.“wah! Lihat kak!” Ica menunjuk pria tua itu “aneh yah kak”
“mungkin dia kehausan, sebentar yah kakak beliin dia minum dulu”
“jangan sok tahu kak, mungkin aja dia emang hobi minum air kolam” Ica menarik baju Tom.
“itu tak mungkin” Tom melepaskan tangan Ica dari bajunya dan pergi membeli minuman.
Saat Tom kembali, Ica sudah akrab dengan pria tua itu. pria itu sudah berhenti minum air kolam tersebut. Tom menghela napas lega lalu memperkenalkan dirinya kepada pria tua itu dan memberinya minuman. Setelah itu ketiganya duduk di bangku taman sambil berbincang-bincang.
“anu, maaf nih kek, kenapa minum air kolam?” tanya Tom setelah ngobrol banyak.
“tadi Ica tanya kakek gak jawab lo kak, jadi percuma aja ditanyain lagi” celetuk Ica membuka minuman kalengnya.
Pria tua itu tertawa pelan “kalian bosan hidup seperti ini?” tanya pria tua itu. Tom dan Ica saling pandang.
“bosan, disini gak ada apa-apa” jawab Ica spontan.
“iya juga sih, aku sih ngarepnya bisa hidup didunia dimana hampir seluruh penduduk bumi jadi zombie”
“ah! Kakak terpengaruh film yang tadi kan?”
“iya, rencananya sih kakak mau nulis novel tentang zombie, gimana menurut kamu ca?”
“nanti pembaca kakak kabur lagi”
“enggak mungkin lah”
“kalau kalian ingin dunia seperti itu, maka akan kukabulkan” ucap pria tua itu menyela pembIcara dua beradik itu.
“heh?” keduanya kaget menatap pria tua itu.
“kakek mau ngapain?” tanya Ica melihat pria tua itu berdiri dari duduknya.
“kakek mau pulang”
Tom hendak menahan pria tua itu, tapi begitu ia memegang pundak pria tua itu, ia merasa ada yang aneh. pria tua itu lalu bIcara tanpa menoleh kebelakang. “jaga adikmu, dunia yang kau inginkan sudah dimulai. Lihatlah ke jalanan” Tom menarik tangannya lalu melihat ke arah jalan.
Ia begitu terkejut saat melihat jalanan begitu kacau, mobil-mobil saling tabrakan dan banyak orang-orang berwajah pucat dengan mulut berdarah-darah menggigit orang-orang yang tampak sehat. Ia benar-benar terkejut, apalagi saat ia mendengar adiknya berteriak. Begitu dilihatnya adiknya sedang dikejar oleh seorang pria gendut yang mulutnya sudah tak utuh lagi.
Kalau ini sungguh seperti di film, berarti mereka ini zombie. Itu artinya aku harus menyerang kepalanya supaya mereka mati pikir Tom mengeluarkan pisau kecil yang selalu ia bawa untuk menajamkan pensilnya.
Ica berlari dan bersembunyi dibalik kakaknya sambil gemetaran. Tom sudah siap menusuk kepala sigendut itu. zombie gendut itu berlari ke arahnya dan sekali tusuk, zombie gendut itu tak bergerak lagi. ia tarik pisaunya dari kepala zombie gendut itu lalu menarik adikknya menuju apartemen. Sambil menusuk kepala zombie-zombie yang menghalangi jalannya dan membunuh zombie yang mengganggu adikknya ia terus berlari smabil terus memegang tangan adikknya.
Akhirnya mereka sampai, walaupun sudah terlalu lemas untuk bergerak lagi, Tom mengintip kiri kanan untuk memastikan tak ada zombie yang ikut. Setelah dirasa cukup aman, ia menutup pintu dan menguncinya dengan rapat. Ia hampiri adiknya yang menggigil ketakutan.
“tenang saja, kakak ada disini kok” ucap Tom mengelus kepala adikknya.
“tapi Ica takut kak, tadi itu mirip di film” balas Ica ketakutan.
“kakak bisa atasin mereka, jangan kuatir. Kita harus mengungsi dulu”
“enggak!”
“tapi..”
“enggak!, Ica tak mau keluar, Ica takut. Ini gara-gara kakak. Kenapa kakak mau dunia yang seperti ini! kakak sudah gila yah!. Ica benci kakak!” Ica benar-benar berteriak didepan kakaknya itu dan langsung berlari masuk kekamarnya.
Tom tak tahu harus melakukan apa. Ia Cuma diam duduk di dekat jendela sambil berharap keadaan cepat membaik.
“tak akan” pria tua tadi tiba-tiba berdiri di belakang Tom.
“kau!” Tom menoleh kebelakang.
“pernah dengar gosip tentang Dajjal?”
“apa yang kau lakukan?”
“di salah satu agama, Dajjal akan muncul bersamaan dengan dekatnya hari kiamat.”
“hoy jawab aku!, apa yang kau lakukan?”
“tak ada, aku hanya membuat harapan seorang bocah tolol terkabul”
“kembalikan semuanya seperti semula, kakek sialan!”
Pria tua itu diam sejenak lalu mendehem “tak bisa, ini kiamat. Kau tak bisa menghentikan kiamat. Terimalah, bahwa dunia yang kau sia-siakan sudah beruba jadi neraka. Jika kuperjelas tentang permohonanmu tadi itu seperti ini "aku ingin bumi ini jadi neraka tempat aku bisa membunuh manusia tanpa dihukum siapapun" bukankah begitu?” pria itu lalu berjalan menembus tembok dan tak muncul-muncul lagi.
Tom hanya bisa diam meratapi kehidupannya akan sangat mencekam mulai saat ini. tapi ia cepat-cepat membuang rasa pasrah dihatinya untuk tetap diam di apartemen bersama adikknya. Maka dari itu ia mengambil tasnya dan memasukkan beberapa potong baju dan celana, setelah itu ia memasukkan roti dari dalam kulkas dan makanan lainnya.
Setelah itu ia mengetuk kamar adikknya. Tapi toh Ica sedang marah besar, jadi ia tak peduli dengan kakaknya yang terus membujuknya dari balik pintu untuk keluar.
“begini saja” ucap Tom setelah hampir setengah jam membujuk adikknya “kakak akan ngelakuin apapun kalau Ica mau keluar dari sini dan ngungsi ke tempat yang lebih aman”
“apa aja?” tanya Ica dari dalam mulai tertarik.
“apa saja, Ica juga boleh makan keju batangan sendirian” tambah Tom mengeluarkan keju dari tasnya.
Ica keluar dari kamarnya, dilihatnya kakaknya sedang duduk di depan pintu sambil memegang keju batangan. Ia mengambil keju itu dan mulai menggigitnya. Setelah itu Tom menarik adikknya keluar dari apartemen, dengan bersenjata pisau dapur. Tom turun ke jalanan yang sekarang sudah benar-benar sepi. Tak ada siapapun di jalanan.
Tom melihat ke langit, banyak helikopter terbang diatasnya. Tapi begitu ia melambaikan tangannya ke atas. Ia melihat ada yang tak beres dengan helikopter itu, dengan cepat ia menarik adikknya dan berlindung di balik mobil yang sudah hangus terbakar didekatnya. Dan saat keduanya sudah berlindung, helikopter tersebut menembak mereka dangan brutal. Ica sampai menangis dibuatnya saking takutnya karena suara tembakannya memekakan telinga.
“kak!” Ica mencengkram tangan kakaknya kuat-kuat. Tom tak tahu harus berbuat apa, tapi untung saja helikopter itu berhenti menembak dan pergi meninggalkan keduanya. Tom menarik napas lega sambil mengelus kepala adikknya yang gemetar ketakutan.
“mulai hari ini hidup jadi lebih susah dari sebelumnya” ucap Tom tetap mengelus-ngelus kepala adikknya.
“Ica mau semuanya kembali”
Tom Cuma bisa menghela napas sambil menyesali kebodohannya. Tak kusangka, dunia berubah drastis hanya dalam beberapa saat batin Tom saat melihat ponselnya tak bisa menangkap sinyal.
Cerpen ini akan saya bagikan secara berPART dari Part1 sampai selesai. Sekian dari saya
Wassalamualaikum Wr Wb
Thank's to: Abdul Aziz





